ACT BERANGKATKAN EMPAT RELAWAN KE GAZA

act ACT BERANGKATKAN EMPAT RELAWAN KE GAZAJakarta, 12 Ramadhan 1435/10 Juli 2014 (MINA) – Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan berangkatkan empat relawan dan menyerahkan bantuan berupa pangan, kesehatan dan energi.

“Tim kemanusiaan akan dilepas esok (Jumat, 10 Juli 2014)  Doakan ACT dan rekan-rekan relawan yang berangkat dapat menyampaikan amanah masyarakat Indonesia kepada Palestina,” kata ketua perjalanan Andika Swasono dalam press release yang diterima Mi’raj Islamic News Agency (MINA) .

Sementara itu, Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin, menegaskan pembebasan Palestina wajib bagi bangsa-bangsa di dunia yang peduli dengan tragedi kemanusiaan yang kembali terjadi atas bangsa Palestina di bulan suci Ramadhan ini.

“Oleh karena itu, dunia harus segera merespon untuk membebaskan Palestina dari cengkeraman agresor Israel,” tegas Ahyudin, Kamis (10/7/2014).

Israel terus melakukan serangan udara menggunakan F16 dan Drone (pesawat tanpa awak-red) terhadap Jalur Gaza Palestina.

Menurut catatan MINA, 48 orang syahid termasuk wanita dan anak-anak, juga 370 lainnya luka-luka. Jumlah ini terus bertambah dengan intensitas serangan Israel.

Israel telah menembakkan lebih dari 780 rudal dalam tiga hari pertama serangan udara mereka, sementara Gaza menembakkan lebih dari 250 roket untuk menangkal serangan itu, media Israel melaporkan.

Setidaknya satu roket jarak jauh yang ditembakkan ke Tel Aviv, Kamis pagi ini berhasil dihalau Israel, lapor media negara Yahudi itu, Haaretz.

Israel mengklaim, dari seluruh roket yang ditembakkan pejuang Gaza ke wilayahnya,  sekitar 60 diantaranya berhasil dihalau sistem pertahanan Iron Dome  buatan Amerika Serikat.

Israel  melakukan serangan secara massif sejak Selasa (10/7) dini hari dengan memborbardir rumah-rumah warga, masjid-masjid di Jalur Gaza, menyebabkan lebih dari 70 warga Palestina tewas dan 505 lainnya luka-luka.

Kamis pagi ini, bayi berumur lima tahun, Abdullah Abu Ghazal meninggal dunia dalam serangan udara terbaru Israel yang tidak pernah mampu dihalau Gaza, karena para pejuang dari Jalur yang diblokade ini tidak memimilik senjata berteknologi tinggi seperti Iron Dome yang dimiliki Israel.

Sejak Selasa dini hari Israel mulai melakukan serangan udara massive ke Jalur yang diblokade sejak 2007 itu. Kali ini mereka meledakkan rumah-rumah warga yang mereka duga menyembunyikan pejuang di dalamnya. Namun, korban terus berjatuhan, termasuk anak-anak sipil dan wanita.

Dalam usaha menangkis serangan itu, pejuang Brigade Al-Qassam melakukan serangan balik dengan menembakkan roket terbaru buatan mereka, R 160. Kode huuf R merujuk pada sosok Abdul Aziz Rantisi salah satu pemimpin Hamas di Gaza yang syahid ditembak oleh  Israel dalam serangan menggunakan helikopter tempur Apache pada Maret 2004.

Dua roket jarak jauh yang ditembakkan pejuang Qassam jatuh ke laut pelabuhan utara Haifa Rabu, media Israel melaporkan.

Haifa terletak 165 kilometer dari utara Gaza dan serangan balasan itu menjadi tembakan roket terjauh yang dilancarkan para pejuang Gaza selama ini.

Radio publik mengatakan satu roket menghantam resor pantai Kaisarea dan satu lagi di  Pantai Carmel, selatan Haifa, tanah Palestina yang dikuasai Israel.(T/P08/EO2)
Copy from Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s