CARA GABUNG DI APLIKASI WEB IKAAC (Ikatan Alumni Al fatah Cileungsi)

Assalamualaikum Wr Wb. Alhamdulillah… KEREEEENN….
Buat temen-temen lulusan Al fatah cileungsi sudah pada tau blom yah kalo sekarang IKAA Cileungsi sudah punya aplikasi web sendiri sebagai wujud kal jasadil wahid.

Untuk teman2 yang belon daftar, Ayo segera daftar karena ini sebagai bentuk kontribusi alumni loohh,,, cara daftarnya gampang kok… kids jaman now aja pasti bisa… hehe,
di dalamnya juga sudah memuat informasi, kalo kalo temen2 bertanya2 apasih IKAA itu,,? Bagaimana/apa Programnya? Strukturnya seperti apa…? Insya Allah bisa terjawab di Aplikasi Web IKAAC.

Nah… Langsung aja deh, Gimana sih cara daftarnya..?? ini dia nih… disimak ya kawan2

  1. Buka aplikasi web ikaac di google dengan menulilskan alamat ikaac.com kemudian enter
    kalo udah muncul gambar kaya gininih… klik “TAKE ACTION” kerennn,,,, pake bahasa inggris broh…1
  2. Terus abis itu akan muncul gambar kaya gininih….
    kemudian isi kolomnya… nama, th lulus… dst.. Oiya… pastikan nomer telepon yg kalian isi itu aktif ya… karna nanti akan dikirimkan kode untuk registrasi di tahap berikutnya, lalu klik “daftar”2
  3. Naah… kalo udah gitu… nanti kita bakalan dapet nomer code yg dikirim liwat no hp yg kita tulis di tahap 2, kita masukin codenya deh… terus klik submit, kalo gak salah… hehe pasti kalian pada ngertilah… udah gitu selesai deh… nah.. dah gitu kalian sudah mendaftar dan terdaftar di aplikasi web ikaac deh gampang kaaann….
  4. Kemudian kalian close windownya … nah… untuk masuk/ login ke web ikaac cukup tuliskan lagi di google ikaac.com lalu tekan enter…nanti kalian akan dimintakan masukin no hp kalian untuk login… tinggal klik masuk. siahkan menikmati fitur2nya deh..

Demikan kawan2 mungkin itu saja ya… salam sukses… ikaac

Iklan

Pendidikan Anak Shalih Sejak Dalam Kandungan

Oleh: Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency)

Mendidik anak shalih bukan dimulai dari usia kanak-kanak. Namun justru bisa dimulai sejak bayi di dalam kandungan rahim sang ibu.

Ada hubungan yang erat antara sang janin dengan kata-kata dan perilaku kedua orang tuanya.

Ada komunikasi hangat antara sang calon bayi dengan ayah ibunya. Karenanya, ketika sang ayah mengelus perut sang ibu, di ‘dede’ di dalam sana acapkali bergerak-gerak. Tanda menjawab komunikasi erat dengan ayahnya.

Begitu pula, manakala sang ayah sedang marah-marah, lalu melampiaskan amarahnya kepada sang ibu. Hampir dipastikan, sang bayi dengan nalurinya akan merasakan gelisah, tak tenang, hingga menggeloat-geliat, seolah ingin protes agar sang ayah menghentikan amarahnya. “Kasihan ibu, sudah mengandungnya, membawa-bawanya ke manapun pergi, diajak tiduran miring sudah, telantang beratm apalagi tengkurap…..”, kurang lebih ujar sang bayi.

Dalam hubungan vertikal kepada Allah Sang Pencipta, pun telah terjadi komunikasi antara bayi di dalam kandungan dengan Sang Khalik.

Di dalam Al-Quran disebutkan bagaimana komunikasi itu terjadi.

وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَہُمۡ وَأَشۡہَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِہِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ۖ قَالُواْ بَلَىٰ‌ۛ شَهِدۡنَآ‌ۛ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَـٰمَةِ إِنَّا ڪُنَّا عَنۡ هَـٰذَا غَـٰفِلِينَ (١٧٢)

Artinya: “Dan [ingatlah], ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka [seraya berfirman]: “Bukankah Aku ini Tuhan kalian?” Mereka menjawab: “Betul [Engkau Tuhan kami], kami menjadi saksi”. [Kami lakukan yang demikian itu] agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami [bani Adam] adalah orang-orang yang lengah terhadap ini [keesaan Tuhan]”. (QS Al-A’raf [7]: 172).

Dari ayat Al-Quran tersebut dapat diketahui bahwa ruh manusia sudah mengakui keesaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.  Di sini Allah menjelaskan kepada umat manusia mengenai keesaan-Nya melalui bukti-bukti yang terdapat di alam raya.

Sehingga dengan adanya bukti-bukti itu secara fitrah akal dan hati nurani manusia mengetahui dan mengakui Allah. Manusia dihadapkan pada satu pertanyaan yang tak dapat dibantah, ‘”Bukankah Aku ini Tuhan kalian?”

Maka, manusia pun menjawab, ‘”Betul, Engkau adalah Tuhan yang diri kami sendiri mempersaksikan-Mu.“

Dengan demikian, hal itu Allah tanyakan agar pada Hari Kiamat nanti mereka tak lagi beralasan dengan mengatakan, ”Sesungguhnya kami tidak tahu apa-apa mengenai keesaan Tuhan ini.“

Beberapa Langkah

Berikut ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh para ibu hamil (bumil), juga tentu oleh bapaknya sebagai kepala keluarga penentu arah rumah tangga. Di antaranya:

Pertama, rajin membacakan doa

Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk mendapatkan anak yang shalih sejak bayi dalam kandungan adalah dengan banyak berdoa.

Doa yang dibaca untuk memperoleh anak shalih-shalihat seperti dicontohkan adalah doa Nabi Zakariya untuk sang cabang bayi, yaitu yang  terdapat di dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 38:

رَبِّ هَبۡ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً۬ طَيِّبَةً‌ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

 Artinya: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik (shalih). Sesungguhnya Engkaulah Maha pendengar doa.” (QS Ali Imran [3]: 38).

Boleh juga dengan doa-doa lain dalam bahasa sendiri, terutama dibacakan setelah shalat fardhu, dengan bersuara agak terdengar juga oleh sang cabang bayi. Misalnya, “Ya Allah, saya harapkan anak saya yang di dalam kandungan ini dapat lahir sehat dan normal, serta memiliki menjadi anak shalih shalihat”.

Kedua, sering dilantunkan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an

Biasakanlah para bumil  untuk sering membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an agar dapat didengar oleh sang bayi di dalam kandungan. Begitu juga dengan sang ayah agar selalu membaca Al-Qur’an di dekat sang ibu, untuk diperdengarkannya kepada calon anaknya di dalam kandungan ibunya.

Ini diharapkan melalui gelombang imani, nilai-nilai kandungan Al-Quran itu akan masuk ke dalam jabang bayi. Sehingga apabila bayi terlahir nanti, maka ia akan menjadi anak yang mencintai ayat-ayat Al-Quran, memiliki keinginan untuk menghafal Al-Quran. Dan pada puncaknya punya motivasi kuat untuk mengamalkan isi Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Lihatlah bagaimana contoh yang telah dilakukan oleh mereka yang ingin anaknya menjadi penyanyi hebat. Maka, sejak di dalam kandungan pun sudah seringkali diperdengarkan nada-nada alunan musik instrumentalia, lagu-lagu jazz atau pop kesukaan orang tuanya. Hingga suara-suara itupun merasuk ke sang janin. Maka, kelak sang anak jika terlahir akan memiliki bakat menjadi penyanyi papan atas.

Apalagi jika yang merasuk adalah ayat-ayat suci nan mulia Al-Quran.

Ketiga, mengajak berbicara dengan kalimat thayyibah

Lakukanlah komunikasi Islami dengan bayi di dalam kandungan dengan kalimat-kalimat yang baik (kalimat thayyibah). Menurut medis, pada pekan ke-25 atau bulan keenam masa mengandung, janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya, seperti suara ibu dan ayahnya.

Untuk itu, maka ajaklah janin untuk berbicara dengan mengelus-elus perut. Misalnya ketika mau shalat, sang ibu berkata dengan penuh kasih sayang, “Ayo dede, umi mau shalat, karena shalat merupakan kewajiban setiap Muslim, juga kewajiban dede nanti kalau sudah dewasa.”

Kelihatan kayak orang gila ya ngomong sendiri. Tapi ini bukan orang gila, juga tidak sedang ngomong sendiri. Juga misalnya, ketika ada orang meminta-minta datang ke rumah. Maka jawablah dengan santun, juga sambil mengajak sang bayi bicara. “Ayo dede, tuh ada orang minta, kita kasih ya, shadaqah. Semoga kelak nanti kalau dede sudah besar, bisa rajin shadaqah juga ya”.

Lalu, si dede pun mengeliat-geliat, bahkan meresponnya dengan tendangan ke arah perut sang ibu. Tanda ia ingin segera berjalan memberikan  shadaqah.

Dalam oenelitian Rene Van de Carr di Hua Chiew General Hospital, Bangkok, Thailand menyimpulkan, bayi dalam kandungan yang diberi stimulasi yang baik, maka lebih cepat mahir dalam membaca, menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, lebih tanggap terhadap nada, dan mampu mengembangkan pola sosial yang lebih baik saat bayi telah dewasa.

Keempat, menjaga akhlak orang tua.

Bagi bumil khususnya, menjaga perilaku yang baik (akhlakul karimah) sangat penting dan sangat diperlukan ketika masa kehamilannya. Ini karena akhlak orang tua akan sangat berpengaruh terhadap akhlak anak-anaknya kelak. Inilah pendidikan karakter untuk calon-calon pemimpin masa depan. Kelak nanti setelah sekolah tinggal memperkuatnya kembali. Bukan baru akan dimulai. Namun sudah dimulai sejak dalam kandungan.

Maka dalam hal ini, kedua orang tuanya, ayah ibunya, abi uminya, harus menjaga sikap, ucapan dan perilaku. Terutama  jaga kata-kata, jangan mudah marah, menghardik apalagi keluar kata-kata kotor. Karena itu berarti sedang berkata-kata kotor untuk anaknya sendiri.

Hati-hati dari perbuatan maksiat, selingkuh, korup, dan keburukan lainnya. Karena itu akan sangat dahsyat berpengaruh pada pembentukan karakter sang cabang bayi.

Begitulah, pentingnya pendidikan anak shalih-shalihat yang dimulai dari dalam kandungan.

Secara medis pun, ini bisa diakui, bahwa selama dalam kandungan sampai dengan bayi lahir, apa-apa yang masuk ke dalam janin, baik makanan halalan thayyibah maupun kata-kata dan aktivitas lingkungan shalihah (bi’ah shaihah) di sekitar bayi, akan berpengaruh bagi perkembangan jiwa, otak dan saraf janin.

Beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam bidang perkembangan pralahir menunjukan bahwa selama berada dalam rahim, anak dapat belajar, merasa, serta mengetahui perbedaan antara gelap dan terang.

Ketika umur kandungan telah mencapai lima bulan, maka instrumen indra anak dalam kandungan sudah potensial menerima stimulasi dan sensasi dari luar rahim, seperti indra peraba bayi sudah bisa merasakan sentuhan dan rabaan orang tuanya, indra pendengaran bayi sudah mampu mendengar, misalnya suara khas ibunya, dan indra penglihatan bayi sudah mampu melihat sinar terang dan gelap di luar rahim.

Di sinilah perlunya melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti tersebut tadi, sebagai latihan edukasi pralahir, upaya memberikan stimulasi sistematis bagi otak dan perkembangan saraf bayi sebelum dilahirkan. (A/RS2/P1)

Artikel ini di copy dari http://www.mirajnews.com dengan tujuan semata2 karena Allah SWT.

Bangkitnya Kejayaan Islam di Akhir Zaman

Secara garis besar periode sejarah kepemimpinan Islam terbagi ke dalam lima periode utama berdasarkan sebuah Hadits Shahih Nabi riwayat Imam Ahmad:
“Periode an-Nubuwwah (kenabian) akan berlangsung pada kalian dalam beberapa tahun, kemudian Allah mengangkatnya, setelah itu datang periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah (kekhalifahan atas manhaj kenabian), selama beberapa masa hingga Allah ta’aala mengangkatnya, kemudian datang periode mulkan aadhdhon (penguasa-penguasa yang menggigit) selama beberapa masa, selanjutnya datang periode mulkan jabbriyyan (penguasa-penguasa yang memaksakan kehendak) dalam beberapa masa hingga waktu yang ditentukan Allah ta’aala, setelah itu akan terulang kembali periode khilafatun ‘ala minhaj an-Nubuwwah. Kemudian Nabi Muhammad saw diam,”
(HR Ahmad 17680).

Periode pertama adalah Kepemimpinan langsung Nabi Muhammad yang disebut sebagai masa An-Nubuwwah (Kenabian). Periode kedua merupakan Kepemimpinan para sahabat utama yakni Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Khattb, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang dikenal dengan julukan Khulafaur Rasyidin. Di dalam hadits tersebut periode ini dikenal sebagai periode Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/Metode/Cara Kenabian).

Sesudah itu, kata Nabi, pada periode ketiga umat Islam akan mengalami kepemimpinan para Mulkan ’Aadhdhon (Para Raja/Penguasa yang Menggigit). Ini merupakan periode dimana umat Islam memiliki para pemimpin umat yang tetap mengaku dan dijuluki sebagai Khalifah (pemimpin umat). Mereka masih menyebut pemerintahannya sebagai Khilafah Islamiyyah (Kekhalifahan Islam/Pemerintahan Islam), namun pola penetapan seorang khalifah kepada khalifah berikutnya menggunakan cara pewarisan tahta laksana sistem kerajaan turun-temurun, tidak berdasarkan cara musyawarah. Itulah sebabnya mereka dijuluki oleh Nabi sebagai para Mulkan atau Raja-raja. Kemudian disebut sebagai Mulkan ’Aadhdhon (Para Raja/Penguasa yang Menggigit) karena betapapun keadaannya, para raja tersebut masih ”menggigit” Al-Qur’an dan As-Sunnah, dua sumber utama nilai-nilai dan hukum-hukum Islam, kendati tidak sebaik para Khulafaur Rasyidin yang ”menggenggam” Al-Qur’an dan As-Sunnah. Pada periode ketiga ini, Dunia Islam tampak mengalami degradasi dibandingkan pada periode kedua. Namun demikian, sebagai sebuah sistem, maka periode ketiga masih menyaksikan berlakunya sistem Islam dalam hal pemerintahan. Masalahnya tinggal apakah khalifah (pemimpin) yang memimpin merupakan sosok yang adil ataukah zalim. Ada kalanya adil seperti Umar bin Abdul Aziz, namun ada kalanya juga seorang yang zalim. Periode ini merupakan periode paling lama dalam sejarah Islam, ia berlangsung sekitar 13 abad, semenjak Kekhalifahan Bani Umayyah, lalu dilanjutkan oleh Kekhalifahan Bani Abbasiyyah, kemudian Kekhalifahan Bani Umayyah di Spanyol, dan berakhir dengan Kekhalifahan Turki Utsmani.

Lalu bagaimana gerangan nasib umat Islam selanjutnya? Berdasarkan hadits Nabi riwayat Imam Ahmad tersebut, Nabi menyebutkan bahwa periode keempat disebut sebagai periode Mulkan Jabbariyyan (Para Raja/Penguasa yang Memaksakan Kehendak) alias para penguasa yang memaksakan kehendak yang berarti mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya. Saudaraku, periode itulah yang sedang kita lalui sekarang ini. Suatu periode dimana umat Islam hidup tanpa seorang khalifah (pemimpin umat) yang layak memimpin dan melindungi mereka. Tidak saja kehilangan seorang khalifah, namun umat Islam bahkan tidak lagi dinaungi oleh sistem pemerintahan Islam bernama Khilafah Islamiyyah (sistem pemerintahan Islam Al-Khilafah Al-Islamiyyah) yang tepatnya dimulai sejak tanggal 3 Maret 1924 ketika Mustafa Kemal Pasha di Turki memproklamirkan pembubaran sistem pemerintahan Islam tersebut. Suatu pemerintahan yang sesungguhnya merupakan warisan ideologis-sosial-politik-b

udaya umat yang bermula sejak kepemimpinan Nabi Muhammad di kota Madinah 15 abad yang lalu. Pada periode inilah umat Islam Babak Belur. Umat Islam terkotak-kotak (terbagi-bagi) menjadi lebih dari 50 negara. Tidak menjadi satu kesatuan di bawah satu orang pemimpin (khilafah) lagi seperti pada ketiga periode terdahulu. Inilah periode paling kelam dalam sejarah Islam. Umat Islam menjadi “santapan” musuh-musuhnya dikarenakan mereka terpecah-pecah. Bisa kita saksikan sekarang, dimana kita, umat Islam ini menjadi umat yang dengan mudahnya “dipermainkan” oleh orang-orang non-Islam.

Saudaraku, betapapun pahitnya periode keempat ini, tidak selayaknya kita berputus asa dan kehilangan harapan bahwa sesungguhnya harga diri kita sebagai umat terbaik di dunia dapat dibangun kembali.
Sebab berdasarkan hadits periodisasi di atas kita temukan harapan dimana Nabi kita menyatakan bahwa periode keempat ini bukanlah periode terakhir sejarah umat Islam. Masih ada satu periode lagi yang akan kita jelang, yaitu periode kelima, suatu periode berjayanya kembali umat ini dengan tegaknya kembali Khilafatun ’ala Minhaj An-Nubuwwah (Kekhalifahan yang mengikuti Manhaj/Sistem/Metode/Cara Kenabian). Pada periode ini, Umat Islam akan menyaksikan munculnya kembali para pemimpin sekaliber Khulafaur Rasyidin di akhir zaman. Umat Islam akan kembali menyatu di bawah satu orang pemimpin (khilafah). Umat Islam akan memiliki kembali rumah syar’i mereka, yaitu Al-Khilafah Al-Islamiyyah (sistem pemerintahan Islam). Umat Islam akan kembali menjadi “pemimpin dunia” seperti pada masa periode pertama, kedua, dan ketiga. Umat Islam akan kembali menjadi umat yang disegani di dunia.
Insya Allah, periode itu akan kita songsong. Yang paling penting sekarang ini umat Islam harus memelihara kesabaran, istiqomah dan optimisme mereka akan masa depannya sebagai umat terbaik di dunia, sebagai umat Rahmatan Lil ’Alamin.

Saudaraku, semoga penjelasan singkat mengenai Hadits Shahih Nabi Muhammad SAW riwayat Imam Ahmad ini bisa menjadi penambah semangat kita di dalam beriman dan beribadah kepada Allah SWT. Amin.

(sumber: http://eramuslim.com dengan sedikit perubahan)

Ramalan NIC Tentang Bangkitnya Umat Islam.

Laporan yang dilansir oleh National Intellegence Council (NIC), tentang Mapping the Global Future (Pemetaan Masa Depan Dunia), selain untuk memberikan gambaran secara umum tentang tantangan yang akan dihadapi oleh Amerika, juga sebagai langkah antisipatif yang hendak dilakukan dalam rangka mewujudkan peta masa depan dunia yang mereka kehendaki. Walaupun dikeluarkan sekitar lima tahun yang lalu (Desember 2004) bisa jadi masih banyak umat Islam yang belum familiar dengan laporan ini. Beberapa kesimpulan yang bisa ditarik dari pandangan dan laporan NIC ini antara lain:

1. Davod World: digambarkan bahwa pada tahun 2020 Cina dan India akan menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia.

2. Pax America: pada tahun 2020 dunia masih dipimpin oleh Amerika Serikat dengan Pax Americana-nya.

3. Cycle of Fear (munculnya lingkaran ketakutan). Di dalam skenario ini respon agresif pada ancaman teroris mengarah pada pelanggaran atas aturan dan sistem keamanan yang berlaku. Akibatnya akan lahir dunia Orwellian ketika pada masa depan manusia menjadi budak bagi satu dari tiga negara otoriter.

4. A New Chaliphate: berdirinya kembali khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global. Tegaknya khilafah adalah pertanda kebangkitan dan kemenangan Islam akan segera terwujud.

Terlepas dari untuk apa sebenarnya dikeluarkannya ramalan peta politik dunia global 2020 oleh NIC ini, mari bersama kita menilik point ramalan terakhir, yaitu akan berdiri kembali kekhilafahan (pemerintahan) Islam pada tahun 2020, yang juga memprediksi Indonesia sebagai salah satu bagian dari kekhilafahan baru tersebut.
Sebenarnya istilah khilafah (imamah/ pemimpin umat) dalam politik dan sistem pemerintahan Islam bukanlah sesuatu hal yang baru. Hanya saja keterputusan kaum Muslimin dalam memahami sejarah yang menjadikan istilah ini asing terdengar.
Secara ringkas khilafah dapat didefinisikan sebagai kepemimpinan umum atas seluruh kaum Muslimin untuk menerapkan hukum-humum Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia. Dari definisi ini terlihat begitu pentingnya peran institusi khilafah sebagai fasilitator yang akan menerapkan hukum-hukum Allah dan mendakwahkannya hingga ke pelosok terpencil dunia sekalipun.
Semua dunia tahu bahwa ketika khilafah tegak, maka akan ada kekuatan global dunia baru yang memiliki titik sentrum dari pusaran ideologi Islam, karena umat Islam berada pada satu kesatuan yang utuh.
Jika betul prediksi NIC terwujud di tahun 2020, maka umat Islam dalam satu kepemimpinan global akan menjadi negara super power yang memegang kendali atas 60 persen deposit minyak seluruh dunia, Boron (49 persen), fosfat (50 persen), strontium (27 persen), timah (22 persen) dan sekaligus menguasai potensi uranium terbesar dunia. Bahkan bukan tidak mungkin kaum Muslimin kembali menjadi nakoda peradaban dunia seperti dulu kala ketika khilafah Islam masih berdiri.

Pada saat itu umat Islam betul-betul tampil sebagai umat impian yang mampu menjadi garda terdepan memberikan jawaban terhadap setiap problematika umat yang muncul dengan solusi yang cemerlang sekaligus mampu menyatukan dunia dan menggiringnya pada gerbang kesejahteraan.

Semua ini dapat terwujud karena pada saat itu umat Islam mampu mengelaborasi konsep-konsep Islam yang berkaitan dengan ekonomi, pemerintahan, politik, pendidikan kemudian mengejawantahkannya dalam konstitusi negara.

Kedahsyatan konsep Islam ini tak akan ada artinya jika tidak difasilitasi penerapannya oleh sebuah institusi negara. Dan institusi negara inilah yang diramalkan oleh NIC untuk tegak kembali di tahun 2020.

Jika NIC saja yakin Islam akan kembali jaya dan menguasai kepemimpinan dunia global dengan khilafah, lalu apalagi yang membuat kita sebagai Umat Islam itu sendiri untuk ragu? Cukuplah janji Rasulullah melalui Hadits Shahih riwayat Imam Ahmad, yang menjadi penyemangat kita akan kembalinya kejayaan Umat Islam di akhir zaman.

BACAAN DOA QUNUT NAZILAH UNTUK GAZA PALESTINA

qunut nazilah1 300x166 BACAAN DOA QUNUT NAZILAH UNTUK GAZA PALESTINA

Ali FarkhanTsani, Redaktur Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Sehubungan dengan serangan pasukan penjajah Zionis Israel yang membombardir sepanjang Jalur Gaza pada bulan suci Ramadhan ini, umat Islam di seluruh dunia dianjurkan mengamalkan Qunut Nazilah pada tiap-tiap shalat fardhu. Apa itu Qunut Nazilah, apa landasannya dan apa yang dibaca, berikut sekelumit panduan amaliyah tersebut.

Pengertian

Lafadz Qunut (قنوت) dalam hal ini artinya berdoa saat berdiri dalam shalat. Sedangkan Nazilah (نازلة) artinya : Bencana yang sangat berat.

Maka, yang dimaksud Qunut Nazilah secara umum adalah doa yang dipanjatkan saat berdiri dalam shalat, setelah i’tidal pada rakaat terakhir, saat terjadi bencana besar yang menimpa kaum Muslimin secara masal. Seperti adanya pihak yang memerangi kaum Muslimin (seperti yang menimpa kaum Muslimin di Jalur Gaza akibat serangan Ziois Israel), kelaparan masal, wabah penyakit atau sebagainya.

Qunut Nazilah merupakan bentuk perhatian dan empati seorang muslim terhadap nasib yang menimpa saudara-saudaranya walau di kejauhan. Yaitu dalam bentuk memanjatkan doa kepada Allah Ta’ala. Di dalamnya terdapat ketergantungan kepada Allah dan persaudaraan terhadap sesama muslim.

Imam An-Nawawy menjelaskan, Qunut Nazilah adalah doa pada saat ada peristiwa yang menimpa kaum Muslim, dengan tujuan untuk menyingkirkan atau melenyapkan penganiayaan dari musuh, menyingkirkan bala’ (bencana), dan sebagainya.

Landasan Qunut Nazilah

Landasan Qunut Nazilah antara lain berdasarkan hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu :

أَنَّ رِعْلاً وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَبَنِي لَحْيَانَ اسْتَمَدُّوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عَدُوٍّ فَأَمَدَّهُمْ بِسَبْعِينَ مِنَ الْأَنْصَارِ كُنَّا نُسَمِّيهِمُ الْقُرَّاءَ فِي زَمَانِهِمْ كَانُوا يَحْتَطِبُونَ بِالنَّهَارِ وَيُصَلُّونَ بِاللَّيْلِ حَتَّى كَانُوا بِبِئْرِ مَعُونَةَ قَتَلُوهُمْ وَغَدَرُوا بِهِمْ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو فِي الصُّبْحِ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَبَنِي لَحْيَانَ

Artinya : “Bahwa Kabilah Ri’lan, Dzakwan, Usaiyyah dan Lahyan pernah meminta bantuan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menghadapi musuh mereka. Maka baginda mengutus bantuan sejumlah 70 orang sahabat dari kalangan sahabat Anshar. Mereka para sahabat tersebut dikenal dengan sebutan al-Qurra pada zamannya, yaitu orang yang mengantarkan makanan untuk orang-orang yang memerlukan pada siang hari dan banyak menunaikan shalat pada malam hari. Selanjutnya, sampailah mereka pada suatu tempat bernama Bi’ru Ma’unah. Namun tiba-tiba mereka dikhianati dan bahkan dibunuh oleh kabilah-kabilah di sana. Kemudian sampailah berita itu kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu, baginda membaca Qunut (Nazilah) selama sebulan penuh, termasuk melaksanakan qunut tersebut dalam shalat Subuh, sebagai doa untuk dikenakan balasan atas pengkhianatan Bani Ri’lan, Dzakwan, ‘Usayyah dan Bani Lahyan.”(H.R. Bukhari).

قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلَاةِ الصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ

Artinya : “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah melakukan qunut selama sebulan terus-menerus pada waktu shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan shalat Subuh di penghujung setiap shalat, ketika baginda mengucapkan, ‘Sami’allaahu liman hamidah’ pada rakaat yang terakhir. Baginda melaknat kampung Bani Sulaim, Ri’lin, Dzakwan, Ushayyah dan diamini oleh makmum di belakang beliau.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud dan Al-Hakim).

Pada hadits lain disebutkan juga Qunut beliau pada peristiwa lain :

أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فِي الرَّكْعَةِ الآخِرَةِ مِنْ صَلاَةِ الْعِشَاءِ قَنَتَ اللَّهُمَّ أَنْجِ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ أَنْجِ سَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ

Artinya : “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ketika mengucapkan, ‘Sami’a-llaahu liman hamidah’ pada rakaat terakhir shalat Isya’, Lalu beliau melakukan qunut (berdoa, yang artinya) : “Ya Allah, selamatkanlah ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah. Ya Allah selamatkanlah al-Walid bin al-Walid. Ya Allah, selamatkanlah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, selamatkanlah orang-orang Mukmin yang tertindas. Ya Allah, ambillah kekuatan kabilah Mudhar dengan sekuat-kuatnya. Ya Allah, binasakanlah mereka selama bertahun-tahun, sebagaimana tahun-tahun (kelaparan yang menimpa zaman) Nabi Yusuf.” (H.R. Bukhari).

Bacaan pada Qunut Nazilah

Disunahkan untuk tidak memperpanjang doa, tidak memberatkan jamaah, dan hendaknya mencontoh tuntunan Nabi Shallalllahu ‘Alaihi Wasallam. Hal ini diperkuat dengan penuturan Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ketika ditanya,“Apakah Rasulullah melakukan qunut pada waktu shalat Subuh juga?” Dia menjawab, “Benar, setelah melakukan ruku’ dengan bacaan yang pendek (ringan).” (H.R. Muslim).

Doa Qunut Nazilah dibaca secara jahar (suara keras/terdengar oleh makmum) baik pada shalat jahriyah (bacaan keras seperti Shubuh, Maghrib dan Isya), maupun sirriyah (bacaan pelan seperti Dzuhur dan Ashar).

Ketika berdoa Qunut Nazilah, boleh mengangkat tangan atau tidak. Sementara makmum mengaminkannya.

Adapun contoh doa Qunut Nazilah sebagai berikut :

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَلاَ نَكْفُرُكَ، وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَخْلَعُ مَنْ يَفْجُرُكَ،

اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد، ولَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُد، وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنحْفِدُ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَكَ، إنَّ عَذَابَكَ الجِدَّ بالكُفَّارِ مُلْحِقٌ

اللهُمَّ أَعِزَّ الإسْلَامَ وَالْمُسلمين، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعْدَاءَ الدِّيْن

اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى غَزَةْ فلِسْطِيْنَ خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً

أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِ يَهُوْدِى اِسْرَائِيْلِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Artinya : “Ya Allah kami memohon pertolongan kepada-Mu, beristighfar kepada-Mu dan tidak kufur pada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan berlepas dari orang yang bermaksiat kepada-Mu. Ya Allah hanya kepada-Mulah kami beribadah, shalat dan sujud, kepada Engkau kami beramal dan berusaha, kami mengharap rahmat-Mu dan takut akan adzab-Mu. Sesungguhnya adzab-Mu pasti sampai pada orang kafir.

Ya Allah muliakanlah Islam dan kaum muslimin, dan hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin. Ya Allah hancurkan musuh-musuh-Mu yang merupakan musuh-musuh agama (Islam).

Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.

Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir Yahudi Israil dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka.

Ya Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.”

Atau dapat diambil yang lebih ringkas pada bagian akhir :

اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى غَزَةْ فلِسْطِيْنَ خَاصَّةً وَفِى أَنْـحَاءِ بُلْدَانِ المْـُؤْمِنِيْنَ عَامّةً

أَللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى الْكُفَّارِ يَهُوْدِى اِسْرَائِيْلِ وَشُرَكَائِهِمْ وَشَطِّطْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ أَللَّهُمَّ إِهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ

Artinya : “Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina pada khususnya, dan di negeri-negeri orang-orang beriman lainnya.

Ya Allah keraskanlah pijakan-Mu atas orang-orang kafir Yahudi Israil dan sekutu-sekutunya, dan goncangkanlah mereka, dan cerai-beraikanlah kesatuan merekaYa Allah, hancurkanlah mereka dan porak-porandakanlah mereka.”

Atau dapat diambil yang paling ringkas lagi :

اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى غَزَةْ فلِسْطِيْنَ، اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى غَزَةْ فلِسْطِيْنَ، اللَّهُمَّ أَنْجِ الْمُؤْمِنِينَ فِى غَزَةْ فلِسْطِيْنَ

Artinya : “Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina, Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina, Ya Allah, selamatkan orang-orang beriman di Gaza Palestina”.

Atau doa yang senada dengan hal itu. Semoga Allah mengabulkan permohonan kita untuk kemenangan orang-orang beriman di Gaza Palestina. Aamiin. (R1/R2).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

SEJARAH BANI ISRAEL DAN YAHUDI

Bani Israel

Israel adalah gelar yang diberikan untuk nabi Yakub bin Ishak bin Ibrahim a.s. yang berarti “Hamba/Pasukan Allah” (Hafidz, h.14). Meskipun gelar itu dikhususkan untuk nabi Yakub namun jika berbicara mengenai bangsa Israel maka sama sekali tidak bisa dipisahkan dari sejarah nabiyullah Ibrahim a.s. karena semua literatur agama telah menetapkan bahwa Ibrahim a.s. adalah bapak panutan bagi semua agama samawi (Ali Imran: 67).

Ibrahim a.s. berasal dari bangsa Smith, satu bangsa yang pada mulanya mendiami Arab Tengah dan Utara kemudian menyebar ke wilayah Babilonia (Irak) dan Asia.

Dengan demikian, bangsa Smith yang masih bermukim di wilayah Arab adalah nenek moyang  bangsa Arab, sedang yang menyebar ke Asia dan palestina adalah nenek moyang bangsa Asyura dan Israel.

Jika ditarik garis keturunannya ke atas adalah: Ibrahim bin Tarikh/Azar (6:74) bin Mahur bin Sarugh bin Rau’ bin Falij bin Abir bin Syalikh bin Arfakhsyid bin Sam bin Nuh bin Lamik bin Mutwasyalah bin Khanukh (Idris a.s) bin Yarad bin Mahlayil bin Qanin bin Anwasy bin Syits bin Adam.

Nabi Nuh setelah diselamatkan dari air bah hijrah ke Makkah bersama pengikutnya dan dimakamkan di sana, sebagaimana disebut dalam hadist riwayat Ibnu Asakir dari Abdurrahman bin Sabith: “Sesungguhnya kuburan nabi Nuh, Hud, Syuaib dan Shaleh terletak di antara Zam-zam, Ar-Rukn dan al-Maqam.” (Katsir, h.95,147, 209).

Itu artinya bahwa nenek moyang manusia adalah satu.

Nabi Ibrahim dilahirkan di Aur di sebuah wilayah yang terletak di Babilonia. Setelah diselamatkan Allah dari ujian Namrud, Ibrahim as. bersama kedua istrinya dan sepupunya, Luth, hijrah ke tanah yang diberkahi yaitu tanah air bangsa Kan’an/ Palestina di Baitul Maqdis (29: 26-27; 21: 71-73). Ketika Ibrahim a.s. tiba di tanah tersebut, 19 S.M., bangsa Kan’an tengah dipimpin oleh seorang raja yang shaleh bernama Sidiq/ Melkisedeq (Kejadian 14: 18).

Beliau a.s. pernah meninggalkan Palestina Baca lebih lanjut

Kulit Wajah Anda Berminyak? Ini Solusinya! Cara Alami Mengatasi Kulit Wajah Berminyak

Kamu punya masalah dengan kulit wajah berminyak? Ingin tau penyebab dan cara jitu mengatasi kulit berminyak tersebut? Mari kita simak ulasan berikut ini. Penyebab kulit berminyak adalah kelenjar sebaceous yang bekerja secara berlebihan yang menyebabkan kulit wajah lebih berminyak dan timbul banyak bintik hitam atau putih di wajah.
Ciri-ciri jenis kulit berminyak :
  • Lapisan kulit tanduk sering terkelupas.
  • Memiliki elastisitas atau kelenturan kulit yang tinggi.
  • Permukaan kulit tampak kasar dan lebih berminyak dibagian dagu, dahi dan hidung.
  • Di kulit wajah banyak terdapat komedo dan pori pori besar.
  • Sehabis dibersihkan, kulit wajah tampak mengkilap.

Cara Alami Mengatasi Kulit Wajah Berminyak

Cara mengatasi wajah berminyak.
1. Jeruk Nipis.
Mengatasi kulit berminyak dengan jeruk nipis bisa dilakukan dengan menggosokkan kulit wajah dengan daging jeruk nipis secara merata. Tunggu selama kurang lebih 15 menit, kemudian bilas wajah dengan air. Lakukan secara rutin sehari satu kali sampai terlihat hasilnya.
2. Pisang, susu, dan madu.
Buah berkulit kuning ini sangat efektif untuk mengatasi masalah kulit berminyak lain, yaitu jerawat dan pori-pori membesar. Lumatkan pisang, campurkan dengan susu dan madu, lalu gunakan sebagai masker selama kurang lebih setengah jam, kemudian bersihkan dengan air hangat dan terakhirkan dibilas dengan air dingin. Lakukan 2 kali dalam seminggu.
3.Daun Seledri.
Potong kecil-kecil daun seledri dan masukkan dalam air yang sedang mendidih. Dinginkan, setelah cukup hangat, cuci wajah dengan air daun seledri tersebut. Agar obat alami tersebut bekerja, biarkan mengering di wajah, setelah itu bilas dengan air. Lakukan satu kali dalam sehari.
4. Mentimun.
Selain untuk menyegarkan mata, mentimun juga sangat baik untuk perawatan kulit berminyak. Blender mentimun dan aplikasikan menjadi masker selama kurang lebih setengah jam. Setelah itu basuh dengan air. Lakukan 2 kali dalam seminggu
5. Air Garam.
Caranya, cuci muka dengan air hangat yang dicampur dengan Garam. Dengan begitu, minyak tidak akan muncul lagi. Lakukan setiap hari, agar efeknya lebih terasa.
Semoga cara alami mengatasi kulit berminyak ini bermanfaat buat kamu yang punya masalah kulit, khususnya kulit berminyak.

Tips Menghemat Batrai Blackbarry

images    Daya baterai Blackberry memang tidak bisa diandalkan. Namun itulah resiko yang harus dihadapi oleh sebagian besar ponsel pintar, termasuk Blackberry.

Untuk mengantisipasinya, terdapat beberapa tip yang bisa Anda gunakan agar Blackberry Anda lebih tahan lama:
1. Matikan beberapa fitur yang tidak digunakan seperti wifi danbluetooth.

2. Tingkat keterangan layar bisa diatur ke tingkat yang paling rendah.

3. Pengaturan backlight time out secepat mungkin.

4. Ketika handheld tidak digunakan, ada baiknya aktifkan standby mode.

5. Pilih salah satu network saja sebagai ‘jalan’ untuk Blackberry beroperasi (bisa 3G atau 2G saja). Jika berada di wilayah yang tidak terdapat sinyal jaringan, jangan ambil resiko. Matikan saja Blackberry Anda karena secara otomatis perangkat Anda akan melakukan pencarian sinyal. Hal inilah yang semakin menyedot banyak tenaga baterai.
6. Penggunaan nada dering memang sangat menarik. Namun adakalanya nada dering digunakan bersamaan dengan fitur getar. Penggunaan keduanya disinyalir membutuhkan daya baterai yang cukup besar. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda menggunakan satu fitur saja, nada dering atau getar saja.

7. Jika Anda sudah menggunakan ringtone atau nada getar saja, penggunaan LED indicator sepertinya tidak terlalu berpengaruh di Blackberry. Oleh karena itu, jika LED indicator diposisikan dalam keadaan off maka proses ini dapat membuat baterai lebih irit.

8. Ada baiknya jika Anda mengatur email dan sms yang masuk ke dalam perangkat. Diprediksi, kuantitas akses informasi yang masuk ke Blackberry akan mempengaruhi daya tahan baterai. Semakin banyak email/sms yang masuk maka semakin cepat baterai Blackberry tersebut mengalami low.

9. Setel perangkat BlackBerry Anda untuk hidup dan mati secara otomatis.

10. Jagalah kebersihan sambungan baterai. Setiap beberapa bulan, gunakan pembersih telinga atau kain kering untuk membersihkan kontak logam pada baterai dan perangkat.

11. Hapus pesan asli bila Anda mengirim balasan.

12. Kirim pesan ke beberapa kontak sekaligus menggunakan Tambah Ke, Tambah Cc, atau Tambah Bcc.

13. Matikan lampu kilat (flash) di kamera.

14. Tutuplah aplikasi pihak ketiga dari menu aplikasi bila Anda selesai menggunakannya.

15. Ubah opsi browser Anda untuk grafik animasi agar tidak sering diulang pada halaman web.
Intinya, semakin sering Anda mengoperasikan Blackberry kesayangan maka Anda juga harus mau menghadapi resiko baterai cepat terkuras. Tetapi resiko baterai cepat low juga dialami oleh hampir semua smartphone. Untuk mengatasi hal ini, ada baiknya jika Anda selalu menyediakan baterai cadangan yang sudah terisi penuh, untuk menghindari perangkat ini mati di tengah Anda mengerjakan pekerjaan kantor. (indosat/cax)

Source : http://www.kapanlagi.com